Hidup Suami Isteri Terkadang Tak Semua Dikongsi Bersama, Para Suami Tak Seharusnya Memberitahu Hal-Hal Ini Kepada Isteri Anda...
Urusan suami yang seperti ini, boleh dirahasiakan suami...
Istri tak tahu, Tak mengapa...
Hal ini banyak membuat rumah tangga goyah,tidak akan berjalan mulus, bahkan yang muncul adalah kegelisahan, kecurigaan, tidak pernah merasa tenteram, dan sebagainya. Akibat dari kesalahan pada istri ini..
Sebagai seorang suami, terkadang mereka dipusingkan dengan prilaku istri yang terlalu berlebihan ingin tahu ini itu, awalnya memang mungkin itu adalah sebuah perhatian, namun tak jarang berakhir dengan prasangka yang berlebih hingga membuat kerenggangan.
Persoalan-persoalan khusus suami yang tidak berkaitan dengan urusan rumah tangga, seperti perincian urusan kerja suami dan aktivitas seperti dakwah dan lainnya yang tidak mengganggu dan tidak mengusik ketenangan dan ketenteraman rumah tangga.
Dan tidak mengurangi kewajibannya dia dalam memenuhi hak-hak istri, sang istri tidak berkewajiban mengetahui dan mengorek atau mewancarai dengan seabrek pertanyaan kepada suami.
Tidak wajibnya bagi sang istri mengetahui persoalan-persoalan itu, bukan berarti istri tidak boleh mengetahuinya sama sekali.
Akan tetapi, sang suami harus bisa melihat kondisi istrinya, apakah sang istri bisa membantunya mencari solusi atau tidak? Jika bisa, maka tidak ada halangan bagi suami untuk mengajak istri berdiskusi dalam persoalan-persoalan khususnya.
Demikian pula sang istri, dia harus bisa memahami kondisi suami yang sedang terhimpit persoalan atau tidak, kemudian dia berusaha meringankan beban dan persoalan yang sedang menghimpit suami.
Coba diperhatikan, bagaimana Rasulullah mengajak diskusi istrinya Ummu Salamah saat para sahabat tidak mengindahkan perintahnya ketika beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk menyembelih hewan dan mencukur rambut setelah perjanjian Hudaibiyah.
Ummu Salamah pun berkata kepada Rasulullah, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau senang hal ini? Sekarang temui mereka dan jangan ajak bicara mereka meskipun sepatah kata hingga engkau menyembelih hewan sembelihanmu dan engkau memanggil orang yang mencukur rambutmu.”
Lalu Rasulullah menemui para sahabat, tidak mengajak bicara mereka dan beliau menyembelih hewan sembelihannya dan mencukur rambutnya, akhirnya para sahabat pun mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah. (Irwa’ul Ghalil)
Ibnu Hajar berkomentar, “Hadits ini menunjukkan keutamaan musyawarah, perkataan jika dibarengi perbuatan itu lebih berbekas daripada perkataan saja, dan bolehnya mengajak istri bermusyawarah”.
Telah disebutkan bahwa istri tidak harus mengetahui semua persoalan suami, Karena itu, jika ada wanita yang selalu mengawasi gerak-gerik suaminya karena ketidakpercayaannya, maka pernikahan seseorang tidak akan berjalan mulus, bahkan yang muncul adalah kegelisahan, kecurigaan, tidak pernah merasa tenteram, dan sebagainya.
Pada akhirnya, pasutri akan saling menyalahkan dan menuduh, semuanya terlahir dari sikap suka berprasangka buruk. Karenanya, salah satu unsur pokok dalam membina rumah tangga adalah rasa saling percaya dan tidak saling berprasangka buruk.
Seorang istri harus memahami keinginan pasangan, yaitu dengan memenuhi kecenderungan, keinginan, kesenangan pasangan tanpa celaan atau tindakan perlawanan terhadap keinginan pasangan, selama dalam koridor syariat.
Karena suami terkadang membutuhkan waktu sejenak untuk menyendiri atau sekadar berkumpul dengan teman-temannya.
Ini adalah kebutuhan alami setiap lelaki, tidak ada perbedaan antara satu lelaki dengan lainnya, para ahli psikolog menyatakan bahwa seorang suami terkadang lebih mengutamakan berada jauh sementara dari istri, hingga timbul rasa kangen kepada istrinya.
Oleh karena itu, wahai para istri, janganlah kamu menjadi batu penghalang jalan suamimu untuk memenuhi keinginannya dan kesenangannya selama dalam batasan syariat.
Janganlah kamu belenggu kebebasan suamimu dengan banyak tanya dan wawancara rumit, agar suamimu tidak merasa terbelenggu sehingga benci hidup denganmu, karena seorang suami tidak suka sikap seperti itu, tidak suka merasa dirinya terbelenggu, tidak suka kalau istrinya selalu ingin bersamanya setiap saat, atau tidak suka kalau istrinya selalu curiga dengan pertanyaan-pertanyaan tiada habisnya.
Seksaan di kubur kerana air kencing?? Baca Tentang Siksa Kubur Pedih Bagi Orang yang Suka Kencing Sembarangan... Orang Lelaki Wajib Baca...
Seksaan di kubur kerana air kencing?? Baca Tentang Siksa Kubur Pedih Bagi Orang yang Suka Kencing Sembarangan... Orang Lelaki Wajib Baca...
Anda suka kencing dijalan atau dibawah pohon?
Mulai sekarang lebih baik ditahan saja, sebab kencing sembarangan itu boleh menyebabkan anda mendapat siksa pedih kelak di alam kubur...
Naudzubillah...
Saat berada di terminal, halte, pinggir jalan atau di tempat-tempat umum lainnya, mungkin Anda pernah merasa terganggu kala mencium bau-bau tidak enak seperti bau amonia alias bau bekas buang air kecil.
Bau yang seharusnya hanya bisa dihirup saat di kamar kecil, kenyataannya banyak ditemukan di tempat-tempat umum.
Pengalaman kurang menyenangkan ini ulah dari orang-orang yang tak bertanggung jawab dan tak menghargai lingkungan.
Oknum-oknum pelaku mungkin menganggap perilaku ini sebagai hal sepele. Namun tahukah Anda?
Dalam ajaran Islam, buang air kecil termasuk tindakan yang tak bisa ditoleransi.
Anda akan ogah lagi untuk kencing sembarangan jika mengetahui betapa pedihnya siksa kubur bagi orang yang suka kencing sembarangan ini. sebagaimana dikutip rumaysho.com
Ancaman Dosa Besar
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati salah satu sudut kota Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang diazab di kubur. Beliau pun bersabda,
يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ
“Mereka berdua disiksa. Mereka menganggap bahwa itu bukan perkara besar, namun sesungguhnya itu perkara besar. Orang yang pertama disiksa karena tidak menutupi diri ketika kencing. Adapun orang yang kedua disiksa karena suka mengadu domba.” (HR. Bukhari 216 dan Muslim no. 292).
Imam Nawawi mengartikan orang yang pertama itu tidak berhati-hati ketika kencing. (Syarh Shahih Muslim, 3: 178, terbitan Dar Ibnu Hazm).
Ada tiga tafsiran untuk sabda Nabi “Mereka tidak disiksa untuk perkara yang berat ditinggalkan, namun itu perkara besar“:
1- Mereka yang disiksa menganggap bahwa hal itu bukan perkara besar (dosa besar)
2- Kedua hal tersebut tidak berat untuk ditinggalkan.
3- Mereka menganggap itu bukan dosa yang lebih besar dari dosa besar. Kata Imam Nawawi, tafsiran ketiga ini menunjukkan bahwa siksa kubur bukan hanya diberi lantaran dosa besar. Dosa selain dosa besar pun bisa dikenakan siksa kubur. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 179).
Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Hadits di atas menunjukkan wajibnya menutupi diri saat kencing, juga menunjukkan bahwa tidak membersihkan bekas kencing termasuk dosa besar. Begitu pula untuk najis lainnya lebih dari itu. Karena bekas kencing itu berat untuk dihindari, namun diperintahkan untuk dibersihkan. Maka najis lainnya lebih pantas dibersihkan daripada kencing.” (Syarh ‘Umdatil Ahkam, hal. 62, terbitan Darut Tauhid).
Kencing sembarangan berarti mengandung dua kesalahan seperti yang dikatakan Syaikh As Sa’di, yaitu tidak menutupi diri dan tidak menjaga bekas kencing yang terkena pakaian.
Kebanyakan Siksa Kubur Karena Kencing
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ فِي الْبَوْلِ
“Kebanyakan sebab siksa kubur adalah karena kencing.” (HR. Ahmad 2: 326. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim menurut Syaikh Syuaib Al Arnauth).
Dalam riwayat Ad Daruquthni disebutkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ
“Bersihkanlah diri dari kencing karena mayoritas siksa kubur disebabkan karena kencing.” (HR. Ad Daruquthni 1: 128 no. 7. Yang benar hadits ini mursal. Hadits mursal termasuk hadits dhoif).
Ash Shon’ani berkata, “Kebanyakan siksa kubur itu ada karena pakaian yang terkena bekas kencing dan tidaknya bersih saat kencing.” Imam Syafi’i berkata, “Perintah membersihkan diri dari kencing adalah suatu kewajiban. Kecuali jika sulit dihilangkan (lantaran penyakit misalnya, -pen), maka itu dimaafkan.”
Imam Syafi’i berdalil akan wajibnya berdasarkan hadits yang menunjukkan adanya siksa kubur karena tidak membersihkan diri dari kencing. Ancaman itu ada hanya karena meninggalkan suatu yang wajib. (Lihat Subulus Salam, 1: 315, terbitan Dar Ibnul Jauzi).
Terlarang Menyakiti dan Mengganggu Orang Lain
Segala bentuk menyakiti orang lain dilarang. Di antaranya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri petunjuk dalam hadits berikut.
عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِى الْمَاءِ الرَّاكِدِ.
Dari Jabir, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau melarang kencing di air yang tergenang. (HR. Muslim no. 281).
Baca Juga : Air Seni Berbuih, Jangan Jangan Anda Terjangkit Satu dari Enam Penyakit ini
Juga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudarat) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudarat pada orang lain dan kencing sembarangan termasuk dalam larangan ini. Karena bau kencing dan kencingnya itu sendiri sangat mengganggu orang yang lewat dan berada dekat dengan tempat tersebut.
Jika Terpaksa Tidak Ada Kamar Mandi
Jika terpaksa tidak mendapatkan kamar mandi, misal sedang di jalan, maka jauhilah dari pandangan manusia. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِى الْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى.
“Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di tempat terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” (HR. Ibnu Majah no. 335 dan Abu Daud no. 2. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Juga jauhilah tempat-tempat yang biasa dilalui oleh orang-orang, tempat nongkrong, tempat duduk, pohon dan berbagai tempat yang dapat menyakiti orang lain.
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ ». قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِى ظِلِّهِمْ »
“Waspadalah dengan dua orang yang terkena laknat.” Mereka berkata, “Siapakah yang kena laknat tersebut?” Beliau menjawab, “Orang yang buang hajat di tempat orang lalu lalang atau di tempat mereka bernaung.” (HR. Muslim no. 269).
Ash Shon’ani berkata, “Yang dimaksud adalah buang hajat (berak) di tempat orang lalu lalang. Perbuatan seperti ini dapat menyakiti orang yang lewat dan mengotori jalan tersebut. Inilah sebab mendapatkan laknat.” (Subulus Salam, 1: 293).
Jangan lupa pula sehabis kencing atau buang hajat, hendaklah kotorannya disiram atau ditutupi sehingga tidak mengganggu orang lain.
Semoga dengan mengetahui hal ini kita semakin bertakwa kepada Allah dalam menjauhi yang dilarang. Hanya Allah yang memberi taufik.
Anda suka kencing dijalan atau dibawah pohon?
Mulai sekarang lebih baik ditahan saja, sebab kencing sembarangan itu boleh menyebabkan anda mendapat siksa pedih kelak di alam kubur...
Naudzubillah...
Saat berada di terminal, halte, pinggir jalan atau di tempat-tempat umum lainnya, mungkin Anda pernah merasa terganggu kala mencium bau-bau tidak enak seperti bau amonia alias bau bekas buang air kecil.
Bau yang seharusnya hanya bisa dihirup saat di kamar kecil, kenyataannya banyak ditemukan di tempat-tempat umum.
Pengalaman kurang menyenangkan ini ulah dari orang-orang yang tak bertanggung jawab dan tak menghargai lingkungan.
Oknum-oknum pelaku mungkin menganggap perilaku ini sebagai hal sepele. Namun tahukah Anda?
Dalam ajaran Islam, buang air kecil termasuk tindakan yang tak bisa ditoleransi.
Anda akan ogah lagi untuk kencing sembarangan jika mengetahui betapa pedihnya siksa kubur bagi orang yang suka kencing sembarangan ini. sebagaimana dikutip rumaysho.com
Ancaman Dosa Besar
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati salah satu sudut kota Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang diazab di kubur. Beliau pun bersabda,
يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ
“Mereka berdua disiksa. Mereka menganggap bahwa itu bukan perkara besar, namun sesungguhnya itu perkara besar. Orang yang pertama disiksa karena tidak menutupi diri ketika kencing. Adapun orang yang kedua disiksa karena suka mengadu domba.” (HR. Bukhari 216 dan Muslim no. 292).
Imam Nawawi mengartikan orang yang pertama itu tidak berhati-hati ketika kencing. (Syarh Shahih Muslim, 3: 178, terbitan Dar Ibnu Hazm).
Ada tiga tafsiran untuk sabda Nabi “Mereka tidak disiksa untuk perkara yang berat ditinggalkan, namun itu perkara besar“:
1- Mereka yang disiksa menganggap bahwa hal itu bukan perkara besar (dosa besar)
2- Kedua hal tersebut tidak berat untuk ditinggalkan.
3- Mereka menganggap itu bukan dosa yang lebih besar dari dosa besar. Kata Imam Nawawi, tafsiran ketiga ini menunjukkan bahwa siksa kubur bukan hanya diberi lantaran dosa besar. Dosa selain dosa besar pun bisa dikenakan siksa kubur. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 179).
Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Hadits di atas menunjukkan wajibnya menutupi diri saat kencing, juga menunjukkan bahwa tidak membersihkan bekas kencing termasuk dosa besar. Begitu pula untuk najis lainnya lebih dari itu. Karena bekas kencing itu berat untuk dihindari, namun diperintahkan untuk dibersihkan. Maka najis lainnya lebih pantas dibersihkan daripada kencing.” (Syarh ‘Umdatil Ahkam, hal. 62, terbitan Darut Tauhid).
Kencing sembarangan berarti mengandung dua kesalahan seperti yang dikatakan Syaikh As Sa’di, yaitu tidak menutupi diri dan tidak menjaga bekas kencing yang terkena pakaian.
Kebanyakan Siksa Kubur Karena Kencing
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ فِي الْبَوْلِ
“Kebanyakan sebab siksa kubur adalah karena kencing.” (HR. Ahmad 2: 326. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim menurut Syaikh Syuaib Al Arnauth).
Dalam riwayat Ad Daruquthni disebutkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ
“Bersihkanlah diri dari kencing karena mayoritas siksa kubur disebabkan karena kencing.” (HR. Ad Daruquthni 1: 128 no. 7. Yang benar hadits ini mursal. Hadits mursal termasuk hadits dhoif).
Ash Shon’ani berkata, “Kebanyakan siksa kubur itu ada karena pakaian yang terkena bekas kencing dan tidaknya bersih saat kencing.” Imam Syafi’i berkata, “Perintah membersihkan diri dari kencing adalah suatu kewajiban. Kecuali jika sulit dihilangkan (lantaran penyakit misalnya, -pen), maka itu dimaafkan.”
Imam Syafi’i berdalil akan wajibnya berdasarkan hadits yang menunjukkan adanya siksa kubur karena tidak membersihkan diri dari kencing. Ancaman itu ada hanya karena meninggalkan suatu yang wajib. (Lihat Subulus Salam, 1: 315, terbitan Dar Ibnul Jauzi).
Terlarang Menyakiti dan Mengganggu Orang Lain
Segala bentuk menyakiti orang lain dilarang. Di antaranya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri petunjuk dalam hadits berikut.
عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِى الْمَاءِ الرَّاكِدِ.
Dari Jabir, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau melarang kencing di air yang tergenang. (HR. Muslim no. 281).
Baca Juga : Air Seni Berbuih, Jangan Jangan Anda Terjangkit Satu dari Enam Penyakit ini
Juga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudarat) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudarat pada orang lain dan kencing sembarangan termasuk dalam larangan ini. Karena bau kencing dan kencingnya itu sendiri sangat mengganggu orang yang lewat dan berada dekat dengan tempat tersebut.
Jika Terpaksa Tidak Ada Kamar Mandi
Jika terpaksa tidak mendapatkan kamar mandi, misal sedang di jalan, maka jauhilah dari pandangan manusia. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِى الْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى.
“Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di tempat terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” (HR. Ibnu Majah no. 335 dan Abu Daud no. 2. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Juga jauhilah tempat-tempat yang biasa dilalui oleh orang-orang, tempat nongkrong, tempat duduk, pohon dan berbagai tempat yang dapat menyakiti orang lain.
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ ». قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِى ظِلِّهِمْ »
“Waspadalah dengan dua orang yang terkena laknat.” Mereka berkata, “Siapakah yang kena laknat tersebut?” Beliau menjawab, “Orang yang buang hajat di tempat orang lalu lalang atau di tempat mereka bernaung.” (HR. Muslim no. 269).
Ash Shon’ani berkata, “Yang dimaksud adalah buang hajat (berak) di tempat orang lalu lalang. Perbuatan seperti ini dapat menyakiti orang yang lewat dan mengotori jalan tersebut. Inilah sebab mendapatkan laknat.” (Subulus Salam, 1: 293).
Jangan lupa pula sehabis kencing atau buang hajat, hendaklah kotorannya disiram atau ditutupi sehingga tidak mengganggu orang lain.
Semoga dengan mengetahui hal ini kita semakin bertakwa kepada Allah dalam menjauhi yang dilarang. Hanya Allah yang memberi taufik.
Berapa Umur Anda? Adakah Sudah Manginjak ke Umur 50 Tahun? Ini Nasihat Untuk Anda Bersiap-siaplah Bertemu Dengan Allah...
Berapa Umur Anda? Adakah Sudah Manginjak ke Umur 40 Atau 50 Tahun? Ini Nasihat Untuk Anda Bersiap-siaplah Bertemu Dengan Allah...
Kematian tidak kenal umur
Apa yang telah anda lakukan selama 50 tahun? menjelang kematian fahamkanlah umur anda didunia selama ini ada batasannya, pergunakanlah waktu yang singkat ini untuk melakukan hal-hal yang baik, ini rangkuman hal apa saja yang harus anda lakukan untuk menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”. (QS. Al Ankabuut:57)
Kelahiran manusia akan membawa sukacita, sedangkan kematian akan membawa kesedihan.
Meskipun roda kehidupan tersebut diketahui dan disadari manusia, namun kematian tetap meninggalkan kesedihan bagi yang tinggalkan.
Seperti dikutip dari laman cahayamuslim.com dari artikel tentang tata cara perawatan kesehatan di situs 39yst.com, diulas terkait 15 tanda-tanda menjelang kematian seseorang.
Tanda-tanda kematian seseorang tersebut terlihat dalam kurun waktu enam bulan sebelum ajal menjemput.
Berikut 15 tanda-tanda seseorang menjelang kematian:
1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan.
Umumnya hembusan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat ketika dihembuskan di telapak tangan.
Namun, hembusan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.
2. Dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri.
Umumnya bayangan siapa saja bisa dilihat, tapi orang yang menjelang ajal tidak akan bisa melihatnya.
3. Pelemahan pada empat anggota tubuh, empat anggota tubuh terasa nyeri tak tertahankan.
4. Warna tinja menjadi putih.
5. Gigi menjadi esktrim kering dan hitam.
6. Telinga menjadi lisut dan kusam.
7. Hidung menjadi miring.
8. Bisa melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.
9. Mata tidak terasa silau ketika menatap matahari.
Tentu saja Matahari di siang hari, bukan matahari yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau.
Namun, ia bisa menatap matahari siang itu dengan tenang dan tidak menyilaukan matanya.
10. Air kencing menjadi asam.
Tercium aroma asam dari urinnya yang tajam menusuk.
11. Tidak bisa melihat bayangan sendiri.
Tidak peduli apakah di bawah pancaran sinar matahari, atau di bawah sinar bulan, tapi ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tidak ada lagi bayangannya.
12.Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.
13. Muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar.
14. Pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum.
Jika ada gejala seperti yang disebutkan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.
15. Emosional yang kerap berubah-ubah tidak menentu.
Fluktuasi (emosional) yang tidak biasa dan tanpa sebab yang jelas, tidak dapat mengendalikan diri.
Munculnya tanda-tanda ini, dimana salah satu diantaranya itu menyiratkan kemungkinan besar akan pergi selamanya dalam enam bulan ke depan, terutama nomor 13 dan 14, jika ada tanda-tanda seperti ini, maka usia hidup hanya akan berlangsung sekitar tiga hari di muka Bumi.
Baca juga : Hukum Istri Memandikan Jenazah Suami, dan Sebaliknya
Tanda 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput
Inilah beberapa tanda, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akan mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini seperti dikutip dari Eberita.org
Pertama: 40 hari menuju kematian
Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut.
Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah SWT. Telah gugur.
Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat.
Dan sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.
Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.
Kedua: 7 hari ketika kematian akan datang
Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan.
Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.
Ketiga: 3 hari, kematian diambang pintu.
Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri.
Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu.
Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.
Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita.
Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.
Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.
Keempat: Sehari sebelum kematian.
Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.
Kelima: Tanda terakhir, Kematian Menghampirimu.!
Kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.
Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat.
Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah SWT.
3 Isyarat Kematian sebelum malaikat maut mencabut nyawanya.
Dikutip dari kabarmakkah.com, dalam kitab Irsyadul Ibad diceritakan bahwa Nabi Ya’qub AS sering bertanya pada Malaikat Maut.
Di antara salah satu pertanyaan itu adalah terkait dengan masalah kematian.
“Aku tahu bahwa tugasmu adalah mencabut nyawa manusia. Namun alangkah lebih baik jika engkau memberi isyarat padaku terlebih dulu sebelum menjemput nyawaku nanti.” kata Nabi Ya'qub.
“Baiklah, kelak akan kukirim kepadamu dua atau tiga isyarat.”
Selang beberapa lama, Malaikat Maut datang kembali datang untuk menemui Nabi Ya’qub AS. Nabi Ya’kub bertanya, “Apa kedatangan Saudara hanya untuk sekedar bertamu seperti biasanya?”
“Tidak, aku mau mencabut nyawamu.” jawab Malaikat Maut.
“Bukankah dahulu aku pernah berpesan padamu agar mengingatkan aku sebelum kau mencabut nyawaku?” kata Nabi Ya’qub karena kaget nyawanya hendak dicabut.
“Sudah aku kirimkan kepadamu isyarat yang kau tunggu-tunggu itu, tak hanya satu bahkan tiga sekaligus: pertama, rambutmu yang sudah banyak memutih; kedua, tubuhmu yang sering melemah; dan ketiga badanmu yang sudah membungkuk. Itulah isyarat yang telah kukirimkan kepada semua manusia sebelum aku mendatangi mereka untuk kucabut nyawanya.” jawab Malaikat Maut.
Begitulah cara Allah SWT memberikan peringatan kepada seluruh manusia dengan ajal yang sudah mulai dekat. Karena tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. (QS. al-Anbiya’:35).
Namun, kebanyakan manusia lebih suka pura-pura untuk melupakannya. Manusia mengakui tiga isyarat kematian tersebut, tetapi mereka sering menyalahinya dengan perbuatannya.
Manusia mengaku sebagai hamba Allah, tetapi kelakukannya terbalik dengan pengakuannya. Mereka sering berkata Allah-lah yang memberinya rezeki dan mencukupi kebutuhannya.
Namun pikiran dan hati mereka terpenjara dengan keduniawian. Mereka mengetahui bahwa kematian itu pasti akan menemuinya, namun lihatlah amal dan ibadah mereka.. seolah-olah mereka tidak akan pernah mati dan meninggalkan dunia fana ini.
Betapa banyak manusia yang mengaku dirinya adalah hamba Allah, namun perbuatannya tak sesuai dengan pengakuannya. Karena realitanya banyak diantara mereka yang menjadi hamba uang, hamba dunia, hamba jabatan, dan semisalnya.
Mulutnya sering berucap, “Aku adalah hamba Allah,” namun tangannya masih saja mengambil hak orang lain, mendzalimi dan merugikan orang lain, atau mungkin senang 'menerima' sesuatu yang tidak seharusnya dia terima.
Dengan petunjuk dan rahmat Allah, Semoga kita bisa menata kembali kehidupan kita ke jalan yang lebih baik, Jalan yang telah dicontohkan Allah dalam Al Qur'an dan Assunnah, Sehingga sisa-sisa umur yang ada bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya.
Dengan semakin bertambahnya usia, semoga semakin bertambah pula ketaatan dan kualitas ibadah kita, bukan malah semakin bertambah dosa-dosa kita kepada-Nya. Naudzubillah min dzalik.
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh bahagia orang-orang yang panjang usianya lagi baik amal perbuatannya.” (HR Thabrani).
“Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai… Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!”
Maka para alim ulama memberi nasehat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun:
“Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun.”
(Hadits Riwayat Bukhari)
Al-Khattabi berkata: “Maknanya, orang yang Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan, karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian.
Maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap-siap bertemu Allah.” (Tafsir al-Qurthubi)
Ada 15 cara yang harus dilakukan saat sudah berumur 50 tahun, Seperti Ini
“Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun.”
(Hadits Riwayat Bukhari)
Al-Khattabi berkata: “Maknanya, orang yang Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan, karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian.
Maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap-siap bertemu Allah.” (Tafsir al-Qurthubi)
Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun,
Nasihat Fudhail kepadanya: “Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai… Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!” Maka para alim ulama memberi nasehat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun:
1. Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.
2. Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal shalih.
3. Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.
4. Jangan gelisah, berkeluh kesah dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dengan rasa sabar dan bersyukur.
5. Perbanyak do’a mengharap keridha-an Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su’ul Khatimah.
6. Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.
7. Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.
8. Kerapkan menjalin silaturrahim dan merapatkan hubungan yang renggang sebelumnya.
9. Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah didzalimi.
10. Tingkatkan amal shalih terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa’at setelah kita mati.
11. Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.
12. Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.
Sumber: Wajib BAca
Kematian tidak kenal umur
Apa yang telah anda lakukan selama 50 tahun? menjelang kematian fahamkanlah umur anda didunia selama ini ada batasannya, pergunakanlah waktu yang singkat ini untuk melakukan hal-hal yang baik, ini rangkuman hal apa saja yang harus anda lakukan untuk menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”. (QS. Al Ankabuut:57)
Kelahiran manusia akan membawa sukacita, sedangkan kematian akan membawa kesedihan.
Meskipun roda kehidupan tersebut diketahui dan disadari manusia, namun kematian tetap meninggalkan kesedihan bagi yang tinggalkan.
Seperti dikutip dari laman cahayamuslim.com dari artikel tentang tata cara perawatan kesehatan di situs 39yst.com, diulas terkait 15 tanda-tanda menjelang kematian seseorang.
Tanda-tanda kematian seseorang tersebut terlihat dalam kurun waktu enam bulan sebelum ajal menjemput.
Berikut 15 tanda-tanda seseorang menjelang kematian:
1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan.
Umumnya hembusan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat ketika dihembuskan di telapak tangan.
Namun, hembusan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.
2. Dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri.
Umumnya bayangan siapa saja bisa dilihat, tapi orang yang menjelang ajal tidak akan bisa melihatnya.
3. Pelemahan pada empat anggota tubuh, empat anggota tubuh terasa nyeri tak tertahankan.
4. Warna tinja menjadi putih.
5. Gigi menjadi esktrim kering dan hitam.
6. Telinga menjadi lisut dan kusam.
7. Hidung menjadi miring.
8. Bisa melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.
9. Mata tidak terasa silau ketika menatap matahari.
Tentu saja Matahari di siang hari, bukan matahari yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau.
Namun, ia bisa menatap matahari siang itu dengan tenang dan tidak menyilaukan matanya.
10. Air kencing menjadi asam.
Tercium aroma asam dari urinnya yang tajam menusuk.
11. Tidak bisa melihat bayangan sendiri.
Tidak peduli apakah di bawah pancaran sinar matahari, atau di bawah sinar bulan, tapi ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tidak ada lagi bayangannya.
12.Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.
13. Muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar.
14. Pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum.
Jika ada gejala seperti yang disebutkan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.
15. Emosional yang kerap berubah-ubah tidak menentu.
Fluktuasi (emosional) yang tidak biasa dan tanpa sebab yang jelas, tidak dapat mengendalikan diri.
Munculnya tanda-tanda ini, dimana salah satu diantaranya itu menyiratkan kemungkinan besar akan pergi selamanya dalam enam bulan ke depan, terutama nomor 13 dan 14, jika ada tanda-tanda seperti ini, maka usia hidup hanya akan berlangsung sekitar tiga hari di muka Bumi.
Baca juga : Hukum Istri Memandikan Jenazah Suami, dan Sebaliknya
Tanda 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput
Inilah beberapa tanda, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akan mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini seperti dikutip dari Eberita.org
Pertama: 40 hari menuju kematian
Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut.
Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah SWT. Telah gugur.
Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat.
Dan sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.
Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.
Kedua: 7 hari ketika kematian akan datang
Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan.
Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.
Ketiga: 3 hari, kematian diambang pintu.
Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri.
Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu.
Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.
Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita.
Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.
Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.
Keempat: Sehari sebelum kematian.
Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.
Kelima: Tanda terakhir, Kematian Menghampirimu.!
Kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.
Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat.
Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah SWT.
3 Isyarat Kematian sebelum malaikat maut mencabut nyawanya.
Dikutip dari kabarmakkah.com, dalam kitab Irsyadul Ibad diceritakan bahwa Nabi Ya’qub AS sering bertanya pada Malaikat Maut.
Di antara salah satu pertanyaan itu adalah terkait dengan masalah kematian.
“Aku tahu bahwa tugasmu adalah mencabut nyawa manusia. Namun alangkah lebih baik jika engkau memberi isyarat padaku terlebih dulu sebelum menjemput nyawaku nanti.” kata Nabi Ya'qub.
“Baiklah, kelak akan kukirim kepadamu dua atau tiga isyarat.”
Selang beberapa lama, Malaikat Maut datang kembali datang untuk menemui Nabi Ya’qub AS. Nabi Ya’kub bertanya, “Apa kedatangan Saudara hanya untuk sekedar bertamu seperti biasanya?”
“Tidak, aku mau mencabut nyawamu.” jawab Malaikat Maut.
“Bukankah dahulu aku pernah berpesan padamu agar mengingatkan aku sebelum kau mencabut nyawaku?” kata Nabi Ya’qub karena kaget nyawanya hendak dicabut.
“Sudah aku kirimkan kepadamu isyarat yang kau tunggu-tunggu itu, tak hanya satu bahkan tiga sekaligus: pertama, rambutmu yang sudah banyak memutih; kedua, tubuhmu yang sering melemah; dan ketiga badanmu yang sudah membungkuk. Itulah isyarat yang telah kukirimkan kepada semua manusia sebelum aku mendatangi mereka untuk kucabut nyawanya.” jawab Malaikat Maut.
Begitulah cara Allah SWT memberikan peringatan kepada seluruh manusia dengan ajal yang sudah mulai dekat. Karena tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. (QS. al-Anbiya’:35).
Namun, kebanyakan manusia lebih suka pura-pura untuk melupakannya. Manusia mengakui tiga isyarat kematian tersebut, tetapi mereka sering menyalahinya dengan perbuatannya.
Manusia mengaku sebagai hamba Allah, tetapi kelakukannya terbalik dengan pengakuannya. Mereka sering berkata Allah-lah yang memberinya rezeki dan mencukupi kebutuhannya.
Namun pikiran dan hati mereka terpenjara dengan keduniawian. Mereka mengetahui bahwa kematian itu pasti akan menemuinya, namun lihatlah amal dan ibadah mereka.. seolah-olah mereka tidak akan pernah mati dan meninggalkan dunia fana ini.
Betapa banyak manusia yang mengaku dirinya adalah hamba Allah, namun perbuatannya tak sesuai dengan pengakuannya. Karena realitanya banyak diantara mereka yang menjadi hamba uang, hamba dunia, hamba jabatan, dan semisalnya.
Mulutnya sering berucap, “Aku adalah hamba Allah,” namun tangannya masih saja mengambil hak orang lain, mendzalimi dan merugikan orang lain, atau mungkin senang 'menerima' sesuatu yang tidak seharusnya dia terima.
Dengan petunjuk dan rahmat Allah, Semoga kita bisa menata kembali kehidupan kita ke jalan yang lebih baik, Jalan yang telah dicontohkan Allah dalam Al Qur'an dan Assunnah, Sehingga sisa-sisa umur yang ada bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya.
Dengan semakin bertambahnya usia, semoga semakin bertambah pula ketaatan dan kualitas ibadah kita, bukan malah semakin bertambah dosa-dosa kita kepada-Nya. Naudzubillah min dzalik.
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh bahagia orang-orang yang panjang usianya lagi baik amal perbuatannya.” (HR Thabrani).
“Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai… Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!”
Maka para alim ulama memberi nasehat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun:
“Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun.”
(Hadits Riwayat Bukhari)
Al-Khattabi berkata: “Maknanya, orang yang Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan, karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian.
Maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap-siap bertemu Allah.” (Tafsir al-Qurthubi)
Ada 15 cara yang harus dilakukan saat sudah berumur 50 tahun, Seperti Ini
“Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun.”
(Hadits Riwayat Bukhari)
Al-Khattabi berkata: “Maknanya, orang yang Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan, karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian.
Maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap-siap bertemu Allah.” (Tafsir al-Qurthubi)
Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun,
Nasihat Fudhail kepadanya: “Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai… Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!” Maka para alim ulama memberi nasehat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun:
1. Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.
2. Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal shalih.
3. Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.
4. Jangan gelisah, berkeluh kesah dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dengan rasa sabar dan bersyukur.
5. Perbanyak do’a mengharap keridha-an Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su’ul Khatimah.
6. Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.
7. Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.
8. Kerapkan menjalin silaturrahim dan merapatkan hubungan yang renggang sebelumnya.
9. Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah didzalimi.
10. Tingkatkan amal shalih terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa’at setelah kita mati.
11. Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.
12. Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.
Sumber: Wajib BAca
7 Tempat dan 8 Waktu Mustajab Untuk Berdoa, Rasulullah Juga Melakukannya, Rugi Tak Baca
7 Tempat dan 8 Waktu Mustajab Untuk Berdoa, Rasulullah Juga Melakukannya, Rugi Tak Baca
Waktu doa mustajab dan tempat-tempatnya banyak sekali, ini sekumpulannya:
Masjid menjadi tempat kegemaran bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di sana beliau memanjatkan doa, baik bag diri maupun umatnya.
Selain itu, ada sejumlah tempat lain yang disukai Rasulullah. Berikut ulasannya:
1. Masjidil Haram di Mekkah Al-Mukarramah
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bahwa sebuah doa di Masjidil Haram bernilai 100.000 doa di masjid lainnya. Beliau juga bersabda, “Demi Allah. Engkau (Mekkah) adalah sebaik-baik (tanah) bumi, dan bumi Allah yang paling dicintai-Nya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar (meninggalkanmu).” (HR. Tirmidzi)
2. Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda, “Ya Allah! Jadikan kami mencintai Madinah sama seperti kita mencintai Mekkah atau bahkan lebih.” (HR. Bukhari)
3. Masjid Al-Aqsa di Yerusalem
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memimpin semua nabi dalam shalat di Masjid Al-Aqsa pada malam perjalanan yang menakjubkan dari Isra’ menuju Mi’raj.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
4. Masjid Quba di Madinah
Ini adalah masjid pertama yang dibangun dalam Islam oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba’, kemudian dia mendirikan shalat di sana, maka dia mendapatkan pahala umrah.” (HR. Ibnu Majah dan lainnya)
5. Gunung Uhud di Madinah
Saat berdiri di Gunung Uhud bersama para sahabatnya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Gunung ini mencintai kita dan kita mencintainya pula.” (HR. Bukhari)
6. Al-Baqi, Tempat Pemakaman di Madinah
Al-Baqi adalah tempat pemakaman sekitar 10.000 sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau biasa mengunjungi makam mereka dan berdoa untuk orang-orang yang dikuburkan di dalamnya. Di antara doa beliau adalah:
“Semoga selamat wahai orang beriman. Apa yang telah dijanjikan telah datang kepada Anda.”
” Ya Allah, maafkan penduduk Baqi ‘Al-Gharqad.”
7. Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara rumah dan mimbar saya ada taman kebun surga, dan mimbar saya ada di tangki air mancur saya (yaitu Al-Kautsar).” (HR. Tirmidzi)
Selain Tempat-tempat Diatas Juga Ada Waktu-waktu yang Mustajab Untuk Berdoa
Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempa- tan baik tersebut...
Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda.
Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapat kan kesuk-sesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan.
Beberapa waktu ini jika digunakan untuk berdoa, InsyaAllah doa Anda akan segera dikabulkan.
1. Sepertiga Akhir Malam
2. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
3. Setiap Selepas Shalat Fardhu
4. Pada Saat Perang Berkecamuk
5. Sesaat Pada Hari Jum'at
6. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah.
7. Doa Diantara Adzan dan Iqamah
8. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat
Semoga bermanfaat...
Waktu doa mustajab dan tempat-tempatnya banyak sekali, ini sekumpulannya:
Masjid menjadi tempat kegemaran bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di sana beliau memanjatkan doa, baik bag diri maupun umatnya.
Selain itu, ada sejumlah tempat lain yang disukai Rasulullah. Berikut ulasannya:
1. Masjidil Haram di Mekkah Al-Mukarramah
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bahwa sebuah doa di Masjidil Haram bernilai 100.000 doa di masjid lainnya. Beliau juga bersabda, “Demi Allah. Engkau (Mekkah) adalah sebaik-baik (tanah) bumi, dan bumi Allah yang paling dicintai-Nya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar (meninggalkanmu).” (HR. Tirmidzi)
2. Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda, “Ya Allah! Jadikan kami mencintai Madinah sama seperti kita mencintai Mekkah atau bahkan lebih.” (HR. Bukhari)
3. Masjid Al-Aqsa di Yerusalem
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memimpin semua nabi dalam shalat di Masjid Al-Aqsa pada malam perjalanan yang menakjubkan dari Isra’ menuju Mi’raj.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
4. Masjid Quba di Madinah
Ini adalah masjid pertama yang dibangun dalam Islam oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba’, kemudian dia mendirikan shalat di sana, maka dia mendapatkan pahala umrah.” (HR. Ibnu Majah dan lainnya)
5. Gunung Uhud di Madinah
Saat berdiri di Gunung Uhud bersama para sahabatnya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Gunung ini mencintai kita dan kita mencintainya pula.” (HR. Bukhari)
6. Al-Baqi, Tempat Pemakaman di Madinah
Al-Baqi adalah tempat pemakaman sekitar 10.000 sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau biasa mengunjungi makam mereka dan berdoa untuk orang-orang yang dikuburkan di dalamnya. Di antara doa beliau adalah:
“Semoga selamat wahai orang beriman. Apa yang telah dijanjikan telah datang kepada Anda.”
” Ya Allah, maafkan penduduk Baqi ‘Al-Gharqad.”
7. Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara rumah dan mimbar saya ada taman kebun surga, dan mimbar saya ada di tangki air mancur saya (yaitu Al-Kautsar).” (HR. Tirmidzi)
Selain Tempat-tempat Diatas Juga Ada Waktu-waktu yang Mustajab Untuk Berdoa
Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempa- tan baik tersebut...
Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda.
Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapat kan kesuk-sesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan.
Beberapa waktu ini jika digunakan untuk berdoa, InsyaAllah doa Anda akan segera dikabulkan.
1. Sepertiga Akhir Malam
2. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
3. Setiap Selepas Shalat Fardhu
4. Pada Saat Perang Berkecamuk
5. Sesaat Pada Hari Jum'at
6. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah.
7. Doa Diantara Adzan dan Iqamah
8. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat
Semoga bermanfaat...
Anda Ingin Diberikan Rezeki Yang Melimpah?? Ini 5 Doa Amalan Dari Al- quran yang Membuat Anda Dikejar-Kejar Rezeki Barokah
Anda Ingin Diberikan Rezeki Yang Melimpah?? Ini 5 Doa Amalan Dari Al- quran yang Membuat Anda Dikejar-Kejar Rezeki Barokah
Ingin dikejar-kejar rezeki, caranya senang sahaja..
Selain usaha keras, anda dikejar-kejar rezeki jika sering mengamalkan 5 doa ini. Anda boleh buktikan sendiri..
Banyak orang yang telah berusaha sekuat tenaga dalam bekerja, namun hanya Allah yang menentukan hasilnya.
Bahkan tak jarang setelah berusaha keras dalam berikhtiar, rezeki yang diinginkan atau diharapkan tak kunjung tiba.
Meski rezeki sudah ada yang mengatur, namun untuk menjemputnya agar lebih cepat anda perlu mengamalkan beberapa doa ini.
Hal ini sudah banyak yang membuktikan dan hasilnya pun tak mengecewakan. Anda perlu cuba
1. Doa Agar Rezeki Lancar
اَللَّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَامُغْنِيْ أَغْنِنِيْ غِنًى أَبَدًا وَيَاعَزِيْزُ يَامُعِزُّ أَعِزَّنِيْ بِإِعْزَازٍ عِزَّةَ قُدْرَتِكَ وَيَامُيَسِّرَاْلأُمُوْرِ يَسِّرْ لِيْ أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَاخَيْرَ مَنْ يُرْجَى يَا اللهُ
Alloohumma yaa ghoniyyu yaa mughnii aghninii ginan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzani bi-i’zaazin ‘izzatia qudrotika, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa waddiini yaa khoiro man yurjaa yaa allooh.
“Ya Allah, Dzat Yang Mahakaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”
2. Doa Agar Rezeki Bertambah
اَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُوْهِنَا وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا وَاٰثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَأَرْضِنَا وَارْضَ عَنَّا
Alloohumma zidnaa wa laa tanqushnaa wa akrimnaa wa laa tuuhinaa wa a’athinaa wa laa tahrimnaa wa aatsirnaa wa laa tu’tsir ‘alainaa wa ardhinaa wardhoo ‘annaa.
“Ya Allah, tambahkanlah rezeki kepada kami, jangan Engkau kurangi. Muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan kami. Berilah kami dan jangan Engkau halangi kami. Pilihlah kami dan jangan Engkau tinggalkan kami, dan janganlah Engkau cegah kami.”
3. Doa Agar Diberi Rezeki Halal
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesunggunya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”
4. Doa Agar Diberi Rezeki yang Berkah
اَللّٰهًمَّ اَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ وَوَسِّعْ لِيْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ
Alloohumma ashlihli lii diinii wa wassi’lii daarii wa baarik lii fii rizqii.
“Ya Allah perbaikilah agamaku (yang menjadi pokok urusanku) lapangkanlah tempat tinggalku, dan berikanlah keberkahan pada rezekiku.”
5. Doa Agar Mendapat Rezeki yang Tak Disangka-sangka
رَبَّنَا اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا ِلاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ
Robbanaa anzil ‘alainaa maa-idatan minas samaa-i takuunu lanaa ‘iidan li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka warzuqnaa wa anta khoirur rooziqiin.
“Ya Tuhan kami, turunkahlah kepada kami suatu hidangan dari langit (yang haru turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkau pemberi rezeki yang paling utama.”
Ayuh Sahabat semua jom amalkan Doa ini agar rezeki kita akan lebig lancar, berkah dan dimurahkan rezeki... share artikle ini jika bermanfaat,
Ingin dikejar-kejar rezeki, caranya senang sahaja..
Selain usaha keras, anda dikejar-kejar rezeki jika sering mengamalkan 5 doa ini. Anda boleh buktikan sendiri..
Banyak orang yang telah berusaha sekuat tenaga dalam bekerja, namun hanya Allah yang menentukan hasilnya.
Bahkan tak jarang setelah berusaha keras dalam berikhtiar, rezeki yang diinginkan atau diharapkan tak kunjung tiba.
Meski rezeki sudah ada yang mengatur, namun untuk menjemputnya agar lebih cepat anda perlu mengamalkan beberapa doa ini.
Hal ini sudah banyak yang membuktikan dan hasilnya pun tak mengecewakan. Anda perlu cuba
1. Doa Agar Rezeki Lancar
اَللَّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَامُغْنِيْ أَغْنِنِيْ غِنًى أَبَدًا وَيَاعَزِيْزُ يَامُعِزُّ أَعِزَّنِيْ بِإِعْزَازٍ عِزَّةَ قُدْرَتِكَ وَيَامُيَسِّرَاْلأُمُوْرِ يَسِّرْ لِيْ أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَاخَيْرَ مَنْ يُرْجَى يَا اللهُ
Alloohumma yaa ghoniyyu yaa mughnii aghninii ginan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzani bi-i’zaazin ‘izzatia qudrotika, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa waddiini yaa khoiro man yurjaa yaa allooh.
“Ya Allah, Dzat Yang Mahakaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”
2. Doa Agar Rezeki Bertambah
اَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُوْهِنَا وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا وَاٰثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَأَرْضِنَا وَارْضَ عَنَّا
Alloohumma zidnaa wa laa tanqushnaa wa akrimnaa wa laa tuuhinaa wa a’athinaa wa laa tahrimnaa wa aatsirnaa wa laa tu’tsir ‘alainaa wa ardhinaa wardhoo ‘annaa.
“Ya Allah, tambahkanlah rezeki kepada kami, jangan Engkau kurangi. Muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan kami. Berilah kami dan jangan Engkau halangi kami. Pilihlah kami dan jangan Engkau tinggalkan kami, dan janganlah Engkau cegah kami.”
3. Doa Agar Diberi Rezeki Halal
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesunggunya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”
4. Doa Agar Diberi Rezeki yang Berkah
اَللّٰهًمَّ اَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ وَوَسِّعْ لِيْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ
Alloohumma ashlihli lii diinii wa wassi’lii daarii wa baarik lii fii rizqii.
“Ya Allah perbaikilah agamaku (yang menjadi pokok urusanku) lapangkanlah tempat tinggalku, dan berikanlah keberkahan pada rezekiku.”
5. Doa Agar Mendapat Rezeki yang Tak Disangka-sangka
رَبَّنَا اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا ِلاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ
Robbanaa anzil ‘alainaa maa-idatan minas samaa-i takuunu lanaa ‘iidan li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka warzuqnaa wa anta khoirur rooziqiin.
“Ya Tuhan kami, turunkahlah kepada kami suatu hidangan dari langit (yang haru turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkau pemberi rezeki yang paling utama.”
Ayuh Sahabat semua jom amalkan Doa ini agar rezeki kita akan lebig lancar, berkah dan dimurahkan rezeki... share artikle ini jika bermanfaat,
ASTAGFIRULLAHALADZIM… JENAZAH INI HANGUS TERBAKAR SELEPAS 30 MINIT DIKEBUMIKAN… BACALAH UNTUK MENGETAHUI DOSA APA YANG BELIAU TELAH LAKUKAN DI MASA HIDUPNYA
ASTAGFIRULLAHALADZIM… JENAZAH INI HANGUS TERBAKAR SELEPAS 30 MINIT DIKEBUMIKAN… BACALAH UNTUK MENGETAHUI DOSA APA YANG BELIAU TELAH LAKUKAN DI MASA HIDUPNYA
Like Page Kami Di Facebook!
Pagi itu suasana cerah, sebuah trak yang sarat dengan
barang pindahan masuk pekarangan sebuah rumah yang baru selesai di bangun. Melihat ada warga pindahan yang akan menjadi penduduk baru.
Masyarakat bergegas membantunya, mereka sibuk mengangkut barang barang masuk ke dalam rumah. Setelah selesai. Pemilik rumah langsung berkenaln dan akrab dengan masyarakat. Nama saya Karta, saya pindahan dari kampung sawah, ini isteri saya. Nita ujar Karta. Tau seorang ibu keluar dari rumah tersebut dengan menggengam sapu di tangan. Kalau ibu yang tua itu siapa? Tanya salah satu jiran yang baru saja di salami Karta.
Ohh … ..itu ibu saya, nama beliau Fatimah, suaminya sudah meninggal dunia, saya anak pertama, sehingga saya bertanggung jawab atas keluarga, terutama ibu. Jadi saya ajak ibu untuk tinggal bersama kami.
cerita karta. Keluarga Karta kelihatan harmoni, masyarakatpun akrab dengan keluarga karta. Banyak tetangga yang memuji keluarga itu, kerana jarang terdengar perbalahan. Akan tetapi siapa sangka, apa yang tampak di mata warga sekitar situ teryata berbeza dengan kenyataan.
Memang pada awalnya di keluarga itu tidak ada terjadi perseteruan. Namun di kemudian harinya ada saja masalah, hal hal yang remehpun boleh menjadi sumber masalah, terutama antara Ibu Fatimah dan isteri Karta selalu saja terjadi perselisihan. Ibu Fatimah sering menerima cacian, hinaan fitnahan dari isteri Karta.
Akan tetapi ibu Fatimah selalu sabar menerimanya, dia tidak pernah membalas perlakuan sang menantu. Harapan yang di idam idamkan untuk menghabiskan masa tuanya dengan anak, menantu dan cucu dalam kehidupan seharian yang di warnai bunga bunga kebahagiaan teryata pupus sudah.
Tetapi demi kasihnya untuk anak tercinta, dia rela menerima pelbagai perlakuan yang tidak sewajarnya dari sang menantu. Eh tua bangka jangan enak enakan di sini ya … .memangnya gak ada yang di kerjain, kerjanya cuma berbual sahaja! Bentak menantunya.
Padahal sang ibu sudah bekerja seharian penuh, namun ada sahaja yang salah pada dirinya.cacian, hinaan, fitnah selalu saja di tuduhkan kepada dirinya.bahkan darah dagingnya sendiri yag ia lahirka, dirawat sejak kecil ikut membencinya.
Abg, saya tidak suka dengan ibu, masa seharian kerjanya cuma duduk duduk saja, saya kan penat sudah harus merawat anak kita si Dini, mengemas rumah, eh … .ada yang lain bukannya ikut membantu kata Nita kepada suaminya. Sudahlah kamu tenang saja, nanti saya yang bercakap kepada ibu.lama lama hilang juga kesabaran saya kepadanya, ucap Karta. Hasutan demi hasutan terus di tuduhkan kepada ibunya.
Tak tahan mendengar pengaduan isterinya. Karta yang tadinya tidak ambil pusing akhirnya menegur ibunya. hingga suatu malam terjadi pertengkaran yang hebat. Mas, saya sudah tak sanggup tinggal di ruamah ini, seperti di neraka saja, saya atau dia yang keluar dari rumah ini. Kalau Mas tidak mengeluarin tua bangkat.
Itu dari rumah malam ini juga, saya yang akan keluar … tantan Nita. Kerana termakan dengan fitnah isterinya, akhirnya Karta sanggup mengusir ibunya sendiri. Bu saya sudah tidak sanggup dengan sikap ibu, ada saja pertengakran yang muncul. Daripada rumah tangga saya hancur kerana kewujudan ibu di rumah ini, lebih baik ibu keluar dari rumah ini malam ini juga, Ibu boleh tinggal dirumah Tini atau Tuti. Usir Karta.
Saya Tidak mau tahu, bagaimanapun caranya ibu harus meninggalkan rumah malam ini juga, bentak Karta tanpa risih lagi. Nak ibu akan keluar dari sini, akan tetapi malam sudah larut, bagaimana mungkin ibu pergi. Izinkan ibu untuk tinggal malam ini saja, esok pagi ibu akan meninggalkan rumah ini, pinta ibu Fatimah. Lagi lagi isteri Karta menyela, Mas, saya atau dia yang keluar meninggalkan rumah ini.
Kerana Karta takut kehilangan isterinya yang di cintainya, dia lebih rela ibunya yang harus keluar dari rumahnya. Padahal di rumah itu ibunya pun memiliki saham buat mengadakan rumah tersebut. Keluar! saya tidak mahu tahu! Bentak Karta dengan bengis.
Bahkan dengan sombongnya Karta.pun mendorong ibunya keluar rumah. Nita, isteri Karta sendiri dengan angkuhnya, seolah-olah akan menunjukkan dirinya bahawa dialah pemenangnya. Hanya berbekal beberapa potong pakaian, tanpa di beri wang satu rupiah pun, ibu Fatimah Meninggalkan rumah itu.
“SAYA TIDAK AKAN REDHA DUNIA AKHIRAT AKAN perlakuannya KEPADAKU, haramkan AIR SUSU YANG TELAH diminumnya, SEMOGA DIA DI BAKAR DI DUNIA DAN DI AKHIRAT.”
Kutuk ibu Fatimah. Dengan air mata yang terus mengalir di pipinya yang sudah mula mengeriput, wanita tua itu terus menyelusuri jalan raya seorang diri. kerana tidak membawa wang sesenpun.
Bu Fatimah terpaksa berjalan kaki ke rumah anaknya yang lain. Sejak pemergian ibunya, kehidupan rumah tangga karta bukanya bertambah harmoni. Bahkan belakangan Karta jatuh sakit, Sembilan bulan lamanya Karta Melawan sakit.
Bermula hanya gatal gatal biasa, kemudian lama kelamaan kelihatan memerah di sekitar perutnya. Beberapa doktor dan paranormal telah ia datangi, namun pengobatanya yang ia jalani sia sia saja, tak ada hasilnya, bahkan harta yang ia miliki mulai habis untuk merawat penyakit itu.
Badan mula mengurus, jalan pun sudah mula tak sanggup, akhirnya ia berbaring lemah sepnjang masa di ranjangnya, dari perutnya keluar cecair yang sangat bau.
Teman teman dan para tetangganya pun mula menjauh takut dijangkiti dengan
penyakit karta. Badanya tak boleh di gerak gerakkan ke kanan ata kekiri kerana akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat bila bergerak. Belakang tubuhnya mulai lecet lecet di sebabkan lama berbaring kaku di katil. Karta menyedari bahawa sakit yang dideritanya itu di sebabkan oleh sikapnya yang telah menderhaka kepada ibunya sendiri. Makanya ia pun meminta agar sang ibu datang ke rumahnya agar ia boleh minta maaf kepada sang ibu.
Tolong panggilakan ibu saya, saya ingin bertemu dengannya, saya telah berdosa kepadanya, ratap Karta. Karta menyedari bahawa sakit yang di deritanya itu di sebabkan oleh sikapnya yang telah menderhaka kepada ibunya sendiri. Maka dia pun meminta agar sang ibu datang ke rumahnya, supaya dia boleh minta maaf kepada sang ibu. Tolong panggilkan ibu saya, saya ingin bertemu dengannya saya telah berdosa kepadanya, ratap Karta.
Maka di utuslah seorang jirannya untuk meminta ibunya datang.namun sang ibu tidak berganjak. Hatinya terlalu sakit menerima perlakuan anaknya yang kurang ajar dan tidak tahu membalas budi itu. Luka hatiku jauh lebih sakit daripada apa yang ia derita, ujar ibu Fatimah menolak orang yang merayunya untuk datang menemui anaknya.orang itupun dengan langkah gontai pergi meninggalkan rumah Tini.
Sementara itu Karta di ranjangnya, Karta terus merasakan sakit yang amat sagat, Tubuh Karta meronta ronta kesakitan, matanya melotot, seakan ada mahkluk yang sangat menyeramkan di hadapannya. Mas, mas … kenapa mas? … istighfar mas, mas … ..astaughfirlloh al’adziim .. “ujar Nita sambil memegang tubuh Karta yang kian lama Hentakanya semakin keras. Nita sedar, suaminya sedang menghadapi sakarotul maut, ia pun menuntun suaminya dengan membaca kalimat Tahlil. Laa ilaaha illallah, …. “Berkali kali, dengan deraian airmata, Nita terus menuntun suaminya agar mengikuti ucapannya ..
Sampai datang waktu subuh, Karta masih saja merasakan sakarotul maut. Nita pergi meninggalkan suaminya untuk menunaikan solat subuh. Dengan air mata berlinang ia sujud memohon kepada Allah SWT, agar suaminya cepat di ambil nyawanya daripada harus tersiksa seperti itu. Pada pukul setengah enam, dengan mata yang sembab, Nita kembali masuk ke bilik suaminya.
Dipegangnya tubuh Karta, sejuk sudah merayap di sekujur tubuhnya, Nafasnya tersekat di leher, terdengar orokan panjang dari mulutnya. Tepat jam enam pagi, Karta menghembuskan nafas terakhirnya, dengan mata melotot, seolah olah melihat ke atas dan jari tangan yang membengkok kaku serta mulut yang menggangga lebar. Orang orang sibuk menyiapkan perarakan kematian Karta. Masyarakat sekitar datang berduyun duyun untuk bertakziah ….
Baru melangkahkan kaki di pintu masuk, tercium bau yang tak sedap, padahal bilik sudah di semburan wangian, di setiap pojokan di letakkan kamper demi mengurangkan bau tak sedap itu. Akan tetapi bau itu tetap saja ada.pelayat yang datang serta merta menutup hidung agar tak tercium bau tak sedap itu.
orang orang yang memandikan jenazah pun terpaksa harus menggunakan topeng agar tidak tercium bau tak sedap.anehnya air kotor dan bau yang keluar dari perut Karta tidak mau mengering.padahal perut itu sudah di tempelin berlapis lapis kapas.akhirnya orang orang yang mengurus jenazah langsung mengafani.
setelah selesai di solatkan, jenazahpun di bawa ke tanah perkuburan dengan menggunakan kereta ambulance.sesampai di tanah perkuburan liang lahad pun telah di sediakan.
selepas perarakan pengebumian selesai, tak beberapa lama, rombongan siap kembali ke mobil.tiba tiba datanglah beberapa laki laki yang tergesa gesa. saya tak mengizinkan mayat ini di kubur di tanah ini, kerana kami membayar tanah di sekitar ini.
Tanah ini sudah menjadi kavling tanah perkuburan keluarga kami. Saya mohon angkat jenazah itu sekarang juga. ujar orang itu. Tolonglah pak, mayat ini sudah di kubur, tidak mungkin kami gali lagi, jawab pak ustaz Abdulah.
Kami tidak mau tau, tanah ini sudah menjadi milik keluarga kami.kami minta di gali sekarang juga! ucap orang itu lagi dengan agak marah. Kerana orang yang mengaku mempunyai tanah kavling itu gak mau mengalah, akhirnya pihak keluarga karta terpaksa mengalah juga maka makam yang baru kira-kira setengah jam di timbun itu pun di gali semula untuk di pindahkan ke tempat yang lain. Ketika papan penutup liang lahad di bongkar, maka jenazah karta pun tampak dari luar.
Semua orang tercengang melihat jenazah itu.Betapa tidak, kain kafan putih yang membalutnya berubah menjadi abu abu, seandainya kalau perubahan warna itu disebabkan oleh tanah makam yang berlumpur tentu warnanya coklat kemerahan, bukan abu abu. Hal ini tentu membuat tanda tanya besar di hati para pengantar jenazah.ketika mayat itu mendak di angkat, orang orang yang mengangkatnya kehairanan.
Kerana saiz jenazah itu menjadi lebih pendek dari semula. Akibatnya bahagian hujung kain kafan itu jadi kelihatan lebih panjang dari yang seharusnya. Pak ustadz, kain kafannya di buka dulu saja, sepertinya kok ada yang tidak beres? kata beberap orang. Maka kain kafan itu pun dibuka. Begitu kain kafan di terbuka, maka terkejutlah semua orang yang hadir. Betapa tidak Betapa tidak, mayat Karta yang baru ditanam Kira-kira setengah jam, telah berubah menjadi hitam dan hangus seperti hangus terbakar.
Kakinya terlipat ke dada. begitu juga tangannya juga bengkok. Mayat itu bentuknya tidak lagi lurus melainkan berubah seperti monyet. Pantas saja kalau mayatnya seperti lebih pendek.
Melihat keadaan mayat yang mengerikan seperti itu, maka mereka akan membungkus kembali dengan kain kafan yang tadi, sementara beberapa orang mula menggali lubang kubur baru yang letaknya di pinggir kawasan tanah perkuburan berhampiran pagar batas.
Selepas pengebumian selesai, satu persatu orang orang mulai meniggalkan makam itu. kini Karta seorang diri di lubang kuburnya. isteri yang sangat di citai, yang di bela habis habisan pun tidak dapat menemaninya. Semakin Banyak Yang Menyebarkan semakin Banyak Anak Yang Terselamatkan Tidak berdurhaka Kepada ibu bapanya …
Like Page Kami Di Facebook!
Pagi itu suasana cerah, sebuah trak yang sarat dengan
barang pindahan masuk pekarangan sebuah rumah yang baru selesai di bangun. Melihat ada warga pindahan yang akan menjadi penduduk baru.
Masyarakat bergegas membantunya, mereka sibuk mengangkut barang barang masuk ke dalam rumah. Setelah selesai. Pemilik rumah langsung berkenaln dan akrab dengan masyarakat. Nama saya Karta, saya pindahan dari kampung sawah, ini isteri saya. Nita ujar Karta. Tau seorang ibu keluar dari rumah tersebut dengan menggengam sapu di tangan. Kalau ibu yang tua itu siapa? Tanya salah satu jiran yang baru saja di salami Karta.
Ohh … ..itu ibu saya, nama beliau Fatimah, suaminya sudah meninggal dunia, saya anak pertama, sehingga saya bertanggung jawab atas keluarga, terutama ibu. Jadi saya ajak ibu untuk tinggal bersama kami.
cerita karta. Keluarga Karta kelihatan harmoni, masyarakatpun akrab dengan keluarga karta. Banyak tetangga yang memuji keluarga itu, kerana jarang terdengar perbalahan. Akan tetapi siapa sangka, apa yang tampak di mata warga sekitar situ teryata berbeza dengan kenyataan.
Memang pada awalnya di keluarga itu tidak ada terjadi perseteruan. Namun di kemudian harinya ada saja masalah, hal hal yang remehpun boleh menjadi sumber masalah, terutama antara Ibu Fatimah dan isteri Karta selalu saja terjadi perselisihan. Ibu Fatimah sering menerima cacian, hinaan fitnahan dari isteri Karta.
Akan tetapi ibu Fatimah selalu sabar menerimanya, dia tidak pernah membalas perlakuan sang menantu. Harapan yang di idam idamkan untuk menghabiskan masa tuanya dengan anak, menantu dan cucu dalam kehidupan seharian yang di warnai bunga bunga kebahagiaan teryata pupus sudah.
Tetapi demi kasihnya untuk anak tercinta, dia rela menerima pelbagai perlakuan yang tidak sewajarnya dari sang menantu. Eh tua bangka jangan enak enakan di sini ya … .memangnya gak ada yang di kerjain, kerjanya cuma berbual sahaja! Bentak menantunya.
Padahal sang ibu sudah bekerja seharian penuh, namun ada sahaja yang salah pada dirinya.cacian, hinaan, fitnah selalu saja di tuduhkan kepada dirinya.bahkan darah dagingnya sendiri yag ia lahirka, dirawat sejak kecil ikut membencinya.
Abg, saya tidak suka dengan ibu, masa seharian kerjanya cuma duduk duduk saja, saya kan penat sudah harus merawat anak kita si Dini, mengemas rumah, eh … .ada yang lain bukannya ikut membantu kata Nita kepada suaminya. Sudahlah kamu tenang saja, nanti saya yang bercakap kepada ibu.lama lama hilang juga kesabaran saya kepadanya, ucap Karta. Hasutan demi hasutan terus di tuduhkan kepada ibunya.
Tak tahan mendengar pengaduan isterinya. Karta yang tadinya tidak ambil pusing akhirnya menegur ibunya. hingga suatu malam terjadi pertengkaran yang hebat. Mas, saya sudah tak sanggup tinggal di ruamah ini, seperti di neraka saja, saya atau dia yang keluar dari rumah ini. Kalau Mas tidak mengeluarin tua bangkat.
Itu dari rumah malam ini juga, saya yang akan keluar … tantan Nita. Kerana termakan dengan fitnah isterinya, akhirnya Karta sanggup mengusir ibunya sendiri. Bu saya sudah tidak sanggup dengan sikap ibu, ada saja pertengakran yang muncul. Daripada rumah tangga saya hancur kerana kewujudan ibu di rumah ini, lebih baik ibu keluar dari rumah ini malam ini juga, Ibu boleh tinggal dirumah Tini atau Tuti. Usir Karta.
Saya Tidak mau tahu, bagaimanapun caranya ibu harus meninggalkan rumah malam ini juga, bentak Karta tanpa risih lagi. Nak ibu akan keluar dari sini, akan tetapi malam sudah larut, bagaimana mungkin ibu pergi. Izinkan ibu untuk tinggal malam ini saja, esok pagi ibu akan meninggalkan rumah ini, pinta ibu Fatimah. Lagi lagi isteri Karta menyela, Mas, saya atau dia yang keluar meninggalkan rumah ini.
Kerana Karta takut kehilangan isterinya yang di cintainya, dia lebih rela ibunya yang harus keluar dari rumahnya. Padahal di rumah itu ibunya pun memiliki saham buat mengadakan rumah tersebut. Keluar! saya tidak mahu tahu! Bentak Karta dengan bengis.
Bahkan dengan sombongnya Karta.pun mendorong ibunya keluar rumah. Nita, isteri Karta sendiri dengan angkuhnya, seolah-olah akan menunjukkan dirinya bahawa dialah pemenangnya. Hanya berbekal beberapa potong pakaian, tanpa di beri wang satu rupiah pun, ibu Fatimah Meninggalkan rumah itu.
“SAYA TIDAK AKAN REDHA DUNIA AKHIRAT AKAN perlakuannya KEPADAKU, haramkan AIR SUSU YANG TELAH diminumnya, SEMOGA DIA DI BAKAR DI DUNIA DAN DI AKHIRAT.”
Kutuk ibu Fatimah. Dengan air mata yang terus mengalir di pipinya yang sudah mula mengeriput, wanita tua itu terus menyelusuri jalan raya seorang diri. kerana tidak membawa wang sesenpun.
Bu Fatimah terpaksa berjalan kaki ke rumah anaknya yang lain. Sejak pemergian ibunya, kehidupan rumah tangga karta bukanya bertambah harmoni. Bahkan belakangan Karta jatuh sakit, Sembilan bulan lamanya Karta Melawan sakit.
Bermula hanya gatal gatal biasa, kemudian lama kelamaan kelihatan memerah di sekitar perutnya. Beberapa doktor dan paranormal telah ia datangi, namun pengobatanya yang ia jalani sia sia saja, tak ada hasilnya, bahkan harta yang ia miliki mulai habis untuk merawat penyakit itu.
Badan mula mengurus, jalan pun sudah mula tak sanggup, akhirnya ia berbaring lemah sepnjang masa di ranjangnya, dari perutnya keluar cecair yang sangat bau.
Teman teman dan para tetangganya pun mula menjauh takut dijangkiti dengan
penyakit karta. Badanya tak boleh di gerak gerakkan ke kanan ata kekiri kerana akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat bila bergerak. Belakang tubuhnya mulai lecet lecet di sebabkan lama berbaring kaku di katil. Karta menyedari bahawa sakit yang dideritanya itu di sebabkan oleh sikapnya yang telah menderhaka kepada ibunya sendiri. Makanya ia pun meminta agar sang ibu datang ke rumahnya agar ia boleh minta maaf kepada sang ibu.
Tolong panggilakan ibu saya, saya ingin bertemu dengannya, saya telah berdosa kepadanya, ratap Karta. Karta menyedari bahawa sakit yang di deritanya itu di sebabkan oleh sikapnya yang telah menderhaka kepada ibunya sendiri. Maka dia pun meminta agar sang ibu datang ke rumahnya, supaya dia boleh minta maaf kepada sang ibu. Tolong panggilkan ibu saya, saya ingin bertemu dengannya saya telah berdosa kepadanya, ratap Karta.
Maka di utuslah seorang jirannya untuk meminta ibunya datang.namun sang ibu tidak berganjak. Hatinya terlalu sakit menerima perlakuan anaknya yang kurang ajar dan tidak tahu membalas budi itu. Luka hatiku jauh lebih sakit daripada apa yang ia derita, ujar ibu Fatimah menolak orang yang merayunya untuk datang menemui anaknya.orang itupun dengan langkah gontai pergi meninggalkan rumah Tini.
Sementara itu Karta di ranjangnya, Karta terus merasakan sakit yang amat sagat, Tubuh Karta meronta ronta kesakitan, matanya melotot, seakan ada mahkluk yang sangat menyeramkan di hadapannya. Mas, mas … kenapa mas? … istighfar mas, mas … ..astaughfirlloh al’adziim .. “ujar Nita sambil memegang tubuh Karta yang kian lama Hentakanya semakin keras. Nita sedar, suaminya sedang menghadapi sakarotul maut, ia pun menuntun suaminya dengan membaca kalimat Tahlil. Laa ilaaha illallah, …. “Berkali kali, dengan deraian airmata, Nita terus menuntun suaminya agar mengikuti ucapannya ..
Sampai datang waktu subuh, Karta masih saja merasakan sakarotul maut. Nita pergi meninggalkan suaminya untuk menunaikan solat subuh. Dengan air mata berlinang ia sujud memohon kepada Allah SWT, agar suaminya cepat di ambil nyawanya daripada harus tersiksa seperti itu. Pada pukul setengah enam, dengan mata yang sembab, Nita kembali masuk ke bilik suaminya.
Dipegangnya tubuh Karta, sejuk sudah merayap di sekujur tubuhnya, Nafasnya tersekat di leher, terdengar orokan panjang dari mulutnya. Tepat jam enam pagi, Karta menghembuskan nafas terakhirnya, dengan mata melotot, seolah olah melihat ke atas dan jari tangan yang membengkok kaku serta mulut yang menggangga lebar. Orang orang sibuk menyiapkan perarakan kematian Karta. Masyarakat sekitar datang berduyun duyun untuk bertakziah ….
Baru melangkahkan kaki di pintu masuk, tercium bau yang tak sedap, padahal bilik sudah di semburan wangian, di setiap pojokan di letakkan kamper demi mengurangkan bau tak sedap itu. Akan tetapi bau itu tetap saja ada.pelayat yang datang serta merta menutup hidung agar tak tercium bau tak sedap itu.
orang orang yang memandikan jenazah pun terpaksa harus menggunakan topeng agar tidak tercium bau tak sedap.anehnya air kotor dan bau yang keluar dari perut Karta tidak mau mengering.padahal perut itu sudah di tempelin berlapis lapis kapas.akhirnya orang orang yang mengurus jenazah langsung mengafani.
setelah selesai di solatkan, jenazahpun di bawa ke tanah perkuburan dengan menggunakan kereta ambulance.sesampai di tanah perkuburan liang lahad pun telah di sediakan.
selepas perarakan pengebumian selesai, tak beberapa lama, rombongan siap kembali ke mobil.tiba tiba datanglah beberapa laki laki yang tergesa gesa. saya tak mengizinkan mayat ini di kubur di tanah ini, kerana kami membayar tanah di sekitar ini.
Tanah ini sudah menjadi kavling tanah perkuburan keluarga kami. Saya mohon angkat jenazah itu sekarang juga. ujar orang itu. Tolonglah pak, mayat ini sudah di kubur, tidak mungkin kami gali lagi, jawab pak ustaz Abdulah.
Kami tidak mau tau, tanah ini sudah menjadi milik keluarga kami.kami minta di gali sekarang juga! ucap orang itu lagi dengan agak marah. Kerana orang yang mengaku mempunyai tanah kavling itu gak mau mengalah, akhirnya pihak keluarga karta terpaksa mengalah juga maka makam yang baru kira-kira setengah jam di timbun itu pun di gali semula untuk di pindahkan ke tempat yang lain. Ketika papan penutup liang lahad di bongkar, maka jenazah karta pun tampak dari luar.
Semua orang tercengang melihat jenazah itu.Betapa tidak, kain kafan putih yang membalutnya berubah menjadi abu abu, seandainya kalau perubahan warna itu disebabkan oleh tanah makam yang berlumpur tentu warnanya coklat kemerahan, bukan abu abu. Hal ini tentu membuat tanda tanya besar di hati para pengantar jenazah.ketika mayat itu mendak di angkat, orang orang yang mengangkatnya kehairanan.
Kerana saiz jenazah itu menjadi lebih pendek dari semula. Akibatnya bahagian hujung kain kafan itu jadi kelihatan lebih panjang dari yang seharusnya. Pak ustadz, kain kafannya di buka dulu saja, sepertinya kok ada yang tidak beres? kata beberap orang. Maka kain kafan itu pun dibuka. Begitu kain kafan di terbuka, maka terkejutlah semua orang yang hadir. Betapa tidak Betapa tidak, mayat Karta yang baru ditanam Kira-kira setengah jam, telah berubah menjadi hitam dan hangus seperti hangus terbakar.
Kakinya terlipat ke dada. begitu juga tangannya juga bengkok. Mayat itu bentuknya tidak lagi lurus melainkan berubah seperti monyet. Pantas saja kalau mayatnya seperti lebih pendek.
Melihat keadaan mayat yang mengerikan seperti itu, maka mereka akan membungkus kembali dengan kain kafan yang tadi, sementara beberapa orang mula menggali lubang kubur baru yang letaknya di pinggir kawasan tanah perkuburan berhampiran pagar batas.
Selepas pengebumian selesai, satu persatu orang orang mulai meniggalkan makam itu. kini Karta seorang diri di lubang kuburnya. isteri yang sangat di citai, yang di bela habis habisan pun tidak dapat menemaninya. Semakin Banyak Yang Menyebarkan semakin Banyak Anak Yang Terselamatkan Tidak berdurhaka Kepada ibu bapanya …
INILAH CARA MALAIKAT MEMBERITAHU KITA BILA AJAL HAMPIR TIBA...WAJIB BACA
INILAH CARA MALAIKAT MEMBERITAHU KITA BILA AJAL HAMPIR TIBA...WAJIB BACA
Sebahagian para Nabi berkata kepada Malaikat pencabut nyawa, “Tidakkah kau memberikan peringatan kepada manusia bahawa kau datang sebagai Malaikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih berhati-hati?”
Malaikat menjawab, “Demi Allah, aku sudah memberikan peringatan dan tanda-tanda yang sangat banyak berupa penyakit, uban, penglihatan mulai tidak jelas (Terutama ketika sudah tua).
“Semua itu adalah peringatan bahawa sebentar lagi aku akan menjemputnya. Apabila telah datang peringatan tadi, ia tidak segera bertaubat dan tidak mempersiapkan bekalan yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya: “Bukankah aku telah memberimu banyak tanda-tanda bahawa sebentar lagi aku akan datang?
“Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan yang lain.” (Hadis riwayat Imam Qurthubi)
Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut yang mempunyai dua mata diwajahnya dan dua lagi ditengkuknya, “Wahai Malaikat pencabut nyawa, apa yang akan kaun lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal di waktu yang sama: yang satu berada di hujung timur dan yang satu berada di hujung barat, serta ditempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor binatang pun akan mati?”
Malaikat pencabut nyawa berkata, “Aku akan memanggil roh-roh tersebut, dengan izin Allah SWT, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana (bekas) besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku.” (Hadis riwayat Abu Nu’aim)
Orang mati mendengar tetapi tidak mampu menjawab
Rasulullah SAW memerintahkan agar mayat-mayat orang kafir yang terbunuh ketika perang Badar dilemparkan ke dalam sebuah perigi tua.
Kemudian Rasulullah mendatanginya dan berdiri dihadapannya. Setelah itu, baginda memanggil nama mereka satu persatu, “Wahai fulan bin fulan, apakah kalian mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian untuk kalian benar-benar ada? Ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar-benar ada dan terbukti.”
Umar lalu bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengajak berbicara orang-orang yang sudah menjadi mayat?”
Rasulullah SAW menjawab, “Demi Tuhan yang mengutusku dengan kebenaran, kamu memang tidak mendengar jawapan mereka atas apa yang tadi aku ucapkan. Tapi ketahuilah, mereka mendengarnya tetapi mereka tidak dapat menjawab.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Sebahagian para Nabi berkata kepada Malaikat pencabut nyawa, “Tidakkah kau memberikan peringatan kepada manusia bahawa kau datang sebagai Malaikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih berhati-hati?”
Malaikat menjawab, “Demi Allah, aku sudah memberikan peringatan dan tanda-tanda yang sangat banyak berupa penyakit, uban, penglihatan mulai tidak jelas (Terutama ketika sudah tua).
“Semua itu adalah peringatan bahawa sebentar lagi aku akan menjemputnya. Apabila telah datang peringatan tadi, ia tidak segera bertaubat dan tidak mempersiapkan bekalan yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya: “Bukankah aku telah memberimu banyak tanda-tanda bahawa sebentar lagi aku akan datang?
“Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan yang lain.” (Hadis riwayat Imam Qurthubi)
Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut yang mempunyai dua mata diwajahnya dan dua lagi ditengkuknya, “Wahai Malaikat pencabut nyawa, apa yang akan kaun lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal di waktu yang sama: yang satu berada di hujung timur dan yang satu berada di hujung barat, serta ditempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor binatang pun akan mati?”
Malaikat pencabut nyawa berkata, “Aku akan memanggil roh-roh tersebut, dengan izin Allah SWT, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana (bekas) besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku.” (Hadis riwayat Abu Nu’aim)
Orang mati mendengar tetapi tidak mampu menjawab
Rasulullah SAW memerintahkan agar mayat-mayat orang kafir yang terbunuh ketika perang Badar dilemparkan ke dalam sebuah perigi tua.
Kemudian Rasulullah mendatanginya dan berdiri dihadapannya. Setelah itu, baginda memanggil nama mereka satu persatu, “Wahai fulan bin fulan, apakah kalian mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian untuk kalian benar-benar ada? Ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar-benar ada dan terbukti.”
Umar lalu bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengajak berbicara orang-orang yang sudah menjadi mayat?”
Rasulullah SAW menjawab, “Demi Tuhan yang mengutusku dengan kebenaran, kamu memang tidak mendengar jawapan mereka atas apa yang tadi aku ucapkan. Tapi ketahuilah, mereka mendengarnya tetapi mereka tidak dapat menjawab.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Subscribe to:
Posts (Atom)
HUKUM SOLAT TIDAK PAKAI BAJU DALAM BAGI PEREMPUAN DAN SELUAR DALAM BAGI LELAKI.INI JAWAPAN YANG PERLU DIKETAHUI.
HUKUM SOLAT TIDAK PAKAI BAJU DALAM BAGI PEREMPUAN DAN SELUAR DALAM BAGI LELAKI.INI JAWAPAN YANG PERLU DIKETAHUI. Sudah tentu terta...
-
KHASIAT DAN FADHILAT SURAH YASIN 7 MUBIN Khasiat Dan Fadhilat Surah Yasin 7 Mubin 1. Pendinding dari gangguan jin dan syaitan. 2. Me...
-
Baca Surah Ini Sewaktu Sakit Hingga Ajal Menjemput, Tubuh Tidak Akan Membusuk Dalam Kubur. BISMILLAH Rasulullah Muhammad SAW pada sua...
-
DOA AGAR ORANG YANG MEMBENCI KITA MENJADI BAIK Doa Agar Orang Yang Membenci Kita Menjadi Baik, Sebaik apapun sikap kita kepada orang y...














